Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari mengatakan kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Sebagai badan penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional, BPJS Kesehatan memikul amanah besar untuk melindungi kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, komitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan, memperkuat kepercayaan publik, serta menjaga keberlanjutan program JKN harus dilandasi integritas dan tanggung jawab yang tinggi,” ujar Vetty dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan kegiatan BPJS Kesehatan Peduli juga menjadi wujud rasa syukur serta kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Menurut Vetty, pemberian bantuan tanggap pendidikan kepada anak-anak yatim merupakan bentuk kontribusi nyata BPJS Kesehatan agar kehadiran institusi tersebut memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam bentuk layanan kesehatan.
“Pemberian bantuan tanggap pendidikan kepada adik-adik shaleh dan shaleha menjadi bentuk kontribusi nyata bahwa keberadaan BPJS Kesehatan membawa manfaat yang lebih luas dari sekadar layanan kesehatan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur SDM dan Umum dalam kegiatan BPJS Kesehatan Peduli tersebut.
Ia mengatakan kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan itu menjadi momen kebersamaan sekaligus mempererat silaturahim dengan anak-anak dari Yayasan Abul Yatama Indonesia.
“Tentunya ini menjadi rasa syukur dan kebahagiaan bagi kami bisa ikut berpartisipasi mengemas keberkahan Ramadhan bersama anak-anak dari Yayasan Abul Yatama Indonesia lewat jalinan silaturahim yang hangat di sore hari ini,” ujar Octovianus.
Vetty menambahkan momentum Ramadhan juga menjadi penguat budaya organisasi yang menjunjung kepedulian sosial dan integritas, seiring dengan upaya transformasi kinerja di lingkungan BPJS Kesehatan.
Menurut dia, reputasi organisasi tidak dibangun oleh kata-kata, melainkan melalui tindakan nyata yang konsisten dan berkelanjutan. Ia berharap nilai integritas, empati, dan profesionalisme dapat terus menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mari kita jadikan Ramadhan sebagai energi transformasi, baik dalam cara berpikir, bekerja, maupun melayani. Ketika integritas menjadi fondasi, empati menjadi budaya, dan profesionalisme menjadi standar, BPJS Kesehatan tidak hanya menjadi institusi yang besar, tetapi juga dipercaya dan dicintai masyarakat,” kata Vetty.

